Sunday, June 24, 2012

Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung





Logo STP Bandung
Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung adalah perguruan tinggi kedinasan yang bernaung dibawah Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif sedang secara teknis akademis dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Program pendidikan yang diselenggarakan di STP Bandung adalah program yang menekankan pada pencapaian keterampilan dari sebuah ilmu. Pencapaian keterampilan tersebut diperkaya dengan Praktik Laboratorium, Studi Lapangan dan Praktek Kerja Nyata. Cikal bakal Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung bermula dari didirikannya Sekolah Kejuruan Perhotelan (SKP) pada tahun 1959, yang merupakan sekolah kejuruan menengah atas kejuruan dibawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1962, sekolah ini berubah menjadi sekolah kejuruan perhotelan dan perestoran (SKPP) di bawah departeman perhubungan darat. Sekolah ini mempunyai tiga jurusan yaitu Jurusan Hospitaliti, Jurusan Kepariwisataan dan Jurusan Perjalanan.
Jurusan Hospitaliti mempunyai program studi:
  1. Studi Akomodasi dan Katering
  2. Administrasi Perhotelan
  3. Manajemen Divisi Kamar
  4. Manajemen Tata Hidang
  5. Manajemen Tata Boga
  6. Manajemen Patiseri
Jurusan Kepariwisataan mempunyai program studi:
  1. Studi Destinasi Pariwisata
  2. Manajemen Bisnis Pariwisata
  3. Manajemen Destinasi Pariwisata
Jurusan Perjalanan mempunyai program studi:
  1. Studi Industri Perjalanan
  2. Manajemen Bisnis Perjalanan
  3. Manajemen Bisnis Konvensi
  4. Manajemen Pengaturan Perjalanan

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali


Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali
Didirikan 1978
Jenis Perguruan Tinggi Negeri Kedinasan
Rektor Dr. I Nyoman Madiun, M.Sc.
Lokasi Nusa Dua, Bali
Situs web http://www.stpbali.ac.id
Logo.STPBali.gif
Sekolah Tinggi Pariwisata Bali adalah perguruan tinggi negeri kedinasan di Bali, Indonesia, yang berdiri pada tahun 1978. Pemilik dan penanggung jawab perguruan tinggi ini adalah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Hingga kini, STP Nusa Dua sudah meluluskan lebih dari 4.000 tenaga ahli kepariwisataan. Banyak mahasiswa STP Nusa Dua sudah dikontrak oleh hotel, biro wisata, dan lembaga kepariwisataan sebelum menyelesaikan pendidikan D2, D3, D4, dan S.1.
STP Nusa Dua Bali juga membuka program kelas sore untuk program D2, D3, dan D4 berjenjang. Persyaratan khusus calon mahasiswa adalah tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.

Jurusan

Akademi Ilmu Pemasyarakatan


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Akademi Imigrasi


Akademi Imigrasi (AIM) adalah pendidikan kedinasan yang bernaung dibawah Departemen Hukum & Hak Asasi Manusia RI. Akademi ini didirikan pada 1962 dan sempat terhenti sebelum kemudian difungsikan kembali pada tahun 2000. AIM bertujuan mencetak kader pimpinan di lingkungan Ditjen imigrasi dan Depkumham masa depan dimana lulusannya kelak akan ditempatkan di seluruh kantor imigrasi di Indonesia dan atau di perwakilan imigrasi di luar negeri.

Daftar isi

Metode pengajaran

Landasan hukum

Imaji Akademi Imigrasi diambil oleh Satelit dari ketinggian 630 kaki
Pembentukan akademi ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia, nomor:M.08-DL.01-05 tahun 2000 tentang Pedoman Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan pada Akademi Imigrasi. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa dalam proses pendidikan di AIM terdapat tiga bagian pendidikan, yaitu pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
Pengajaran di AlM adalah upaya pendidikan yang berbentuk kuliah, ceramah dan instruksi di kelas dengan tujuan untuk memperoleh, memperdalam dan memperluas ilmu dan pengetahuan akademis dalam pembentukan kepribadian taruna AIM dengan titik berat pada aspek kecerdasan dan kemampuan intelektual.
Pelatihan bertujuan membentuk taruna agar memiliki kemampuan dan penguasaan pengetahuan tentang keimigrasian, dengan dilandasi kepribadian dan kepemimpinan yang tangguh, dengan titik berat pada aspek keterampilan yang mengacu pada profesionalisme.
Pengasuhan bertujuan membentuk taruna agar memiliki kemampuan dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai budaya serta menguasai pengetahuan akademis dengan kepribadian dan kepemimpinan yang tangguh, dengan titik berat pada aspek mental kejuangan.
Bagi lulusan AIM yang telah di wisuda akan mendapat Brevet Pejabat Imigrasi (PI) dan langsung mengikuti Pendidikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pusat Pendidikan Reserse dan Kriminal Polri di Cisarua, Bogor.

Sekolah Tinggi Energi dan Mineral

Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM “Akamigas”)
Didirikan 21 Februari 2002 (STEM)
25 Oktober 1967 (Akamigas)
Jenis Perguruan Tinggi Kedinasan, di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
Lokasi Cepu, Blora, Jawa Tengah, Indonesia
Nama sebelumnya Akademi Minyak dan Gas Bumi (AMBG) (1966-1967),
Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas) (1967-2002)
Situs web http://www.akamigas.ac.id/stem/
Logo akamigas.jpg
Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM “Akamigas”) merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. STEM melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan profesional Program Diploma I, II, III dan IV yang ditujukan pada keahlian di bidang minyak dan gas bumi serta panas bumi. Pendidikan STEM angkatan pertama diresmikan pada tanggal 7 Februari 1967 oleh Ibnu Sutowo.

Sejarah


Wednesday, July 4, 2007

sekolah tinggi teknologi nuklir - batan

sekolah tinggi teknologi nuklir - batan

LATAR BELAKANG, TUJUAN PENDIRIAN DAN PERUBAHAN BENTUK

Perkembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir dalam berbagai bidang kehidupan manusia di dunia sudah demikian maju sehingga pemanfaatan dan pengembangannya bagi pembangunan nasional yang berkesi-nambungan dan berwa-wasan lingkungan perlu ditingkatkan dan diperluas untuk ikut meningkatkan kese-jahteraan dan daya saing bangsa. Karena sifat tenaga nuklir selain dapat memberikan manfaat juga dapat menimbulkan bahaya radiasi, baik bagi pekerja sendiri maupun masyarakat secara umum maka setiap kegiatan yang berkaitan dengan tenaga nuklir harus ditangani oleh tenaga yang mempunyai kemampuan dengan kualitas tertentu.

Selain tenaga-tenaga akademik yang berasal dari lulusan perguruan tinggi, diperlukan juga tenaga-tenaga profesional (tenaga teknisi yang berkampuan tinggi ) untuk menangani / mengelola kegiatan yang berkaitan dengan tenaga nuklir yang sampai saat ini tidak dapat diperoleh dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, maka pada tahun 1985 berdasarkan Surat Keputusan Dirjen BATAN Nomor: 53/DJ/1985 dibentuklah Pendidikan Ahli Teknik Nuklir (PATN) dengan jenjang pendidikan Diploma III.

Untuk mengantisipasi kemajuan teknologi nuklir di era globalisasi perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia yang ahli dibidang ketanaganukliran, untuk itu PATN perlu ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir ( STTN). Perubahan tersebut juga dilatarbelakangi oleh peraturan-peraturan / pengetahuan dan ketrampilan yang dituntut :

*Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
*Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi.
*Policy Pimpinan Badan Tenaga Nuklir Nasional yang menginginkan PATN menjadi Perguruan Tinggi yang Profesional dalam membina dan menyiapkan SDM yang berkualitas.
Sehingga untuk itu semua diperlukan suatu Study Kelayakan sebagai persyaratan dalam penyusunan RIP(Rencana Induk Pengembangan ) dan penyusunan RPA ( Rencana Pengembangan Akademik ) sebagai kelengkapan persyaratan perubahan PATN menjadi STTN.

Dengan perubahan bentuk dan status seperti diharapkan, nantinya STTN menghasilkan Sumber Daya Manusia yang mempunyai kualifikasi Nasional dan Internasional serta dengan legalitas yang berlaku.

BIDANG ILMU YANG DISELENGGARAKAN

Sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen BATAN Nomor: 53/DJ/1985, PATN menyelenggarakan 2 bidang ilmu yaitu Bidang Keahlian Teknokimia Nuklir dan Teknofisika Nuklir dengan spesialisasi Elektronika Instrumentasi dan Elektromekanik.

Program pendidikan yang diselenggarakan di Pendidikan Ahli Teknik Nuklir saat ini adalah program DiplomaI , Diploma II dan Diploma III.

KEBUTUHAN TENAGA DIPLOMA

Dengan berkembangnya teknologi nuklir di Indonesia, dan sudah diundangkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 yang memungkinkan penggunaan/pemakaian tenaga nuklir oleh instansi diluar BATAN.Selain itu dengan kemajuan teknologi saat ini tenaga nuklir banyak digunakan oleh Rumah Sakit-RumahSakit baik untuk pengobatan maupun untuk mendiagnose penyakit. Tenaga nuklir juga telah banyak

dibidang industri. Beberapa instansi yang menggunakan/memanfaatkan Tenaga Nuklir saat ini antara lain
*BATAN
*BAPETEN
*Departemen Kesehatan ( Rumah Sakit)
*Industri

Untuk tenaga-tenaga ahli di bidang ketenaganukliran sesuai dengan kegiatan / fungsinya masing-masing secara kualitatif masih sangat kurang. Hal ini dikarenakan belum adanya pendidikan yang tersedia untuk bidang tersebut. Untuk itu direncanakan suatu system pengembangan SDM yang akan mampu meningkatakan keahlian bagi personil-personil yang ada, disamping merekrut tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya. Sehingga akan dapat mengantisipasi tingkat pertumbuhan permintaan akan tenaga ahli ketenaganukliran.

Pengembangan SDM pada bidang keahlian tenaga nuklir merupakan tantangan yang harus dihadapi dan harus secara cepat diantisipasi bila melihat perkembangan teknologi nuklir saat ini.


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

Mengingat semakin banyaknya penggunaan teknologi nuklir di dalam industri, riset, kesehatan dan pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat umum, serta menyambut UU no. 10/1997 tentangketenaga-nukliran dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional bidang teknologi nuklir yang sampai saat ini jumlahnya sangat kecil, maka BATAN merasa bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhantersebut.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang diselenggarakan oleh BATAN secara resmi merupakan salah satu wadah penggemblengan yang paling cocok dan satu-satunya di Indonesia yang dapat menghasilkan tenaga profesional Diploma IV dalam bidang teknologi nuklir. Gelar yang diperoleh adalah Sarjana Sains Terapan.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir berdasarkan Surat Keputusan MENDIKNAS No.1013/D/T/2001 tanggal

15 Maret 2001 memiliki 2 jurusan dengan 3 program studi, yaitu :


Jurusan Teknofisika Nuklir
- Program Studi Elektronika dan Instrumentasi
- Program Studi Elektromekanik


Kampus STTN
Jl. Babarsari PO Box 6101 YKBB Yogyakarta 55281, INDONESIA
Telepon : +62-(0274)484085, 489715; Fax: +62-(0274)489715

soal-soal yang bisa jadi bahan latihan